Apa sih yang terlintas pertama kali di otak kalian saat menyebut kata 'Ayah'? Ayahku yang baik. Ayah yang sayang keluarga. Ayah yang jadi panutanku. Ayah yang suka main perempuan. Ayah yang kasar. Ayah yang tidak punya waktu untukku. Ada berbagai macam jenis 'Ayah' di hidup ini, dari yang paling manis hingga yang paling ingin kita lupa kan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Ayah artinya adalah orang tua kandung laki-laki. Tapi apa arti Ayah menurut kalian? Lebih tepatnya bagaimana sosok Ayah untuk kalian?
Aku hanya akan sedikit share tentang pengalaman untuk sosok seorang Ayah. Kata Ayah benar-benar menyita pikiranku saat aku berumur empat tahun. Aku menyadari bahwa orang tuaku tidak cocok satu sama lain dan mereka memutuskan berpisah beberapa tahun kemudian. Aku kehilangan sosok Ayah saat itu, dan aku berusaha mendapatkannya dari siapa saja. Om, ayah temen, bahkan temen sekolah pun jadi korban pencarianku. Lalu aku bingung, Ayah seperti apa yang aku cari? Aku menemukan banyak sosok Ayah dan Daddy-to-be , tapi aku bahkan bingung bila mendiskripsikan Ayahku. 'Deskripsikan saja sifatmu. Sifat kamu mirip banget sama Papa.' Kata Mama, disambut manyun olehku. Bukannya tidak suka dibilang mirip, tapi aku merasa semakin aku tidak ingin mirip dengannya, semakin mirip aku dengannya. *menghela nafas panjaaang banget
Kurasa pepatah 'Buah jatuh tak jauh dari pohonnya' akan selalu berlaku, tanpa kita sadari. Ayah akan selalu menjadi sosok penting buat kita. Entah itu menjadi panutan atau menjadi sosok yang dibenci, dia akan terus berada di pikiran dan darah kita.
So, disini aku cuma mau bilang, sayangi orang tuamu, Ayah & Ibu, karena mereka kalian ada disini. Jangan pernah menolak mereka karena sifat mereka, karena mereka punya cara menyayangi yang berbeda-beda.
Kamis, 19 September 2013
Daddy? Yes, you're my dad
Minggu, 15 September 2013
LDR ( Long Distance Relationship )
Kalian pernah pacaran? Pernah pacaran jauh-jauhan alias LDR? Mungkin ada yang pernah, mungkin juga nggak atau belum mencobanya.
Aku pernah menjalaninya, malah hampir setiap pacaran selalu dengan LDR. Dua kali pacaran (ini yang serius ya,bukan main-main lagi :p ), dua kali juga LDR. Kalo ditanya cape? Cape hati juga fisik. Bosen, jenuh? Sering. Kalo lebih sering ga enaknya kenapa masih LDR? Karena aku yang memilih, jadi harus dijalani. :D
Bulan pertama, mungkin dibawa asik aja, intinya berusaha membuktikan bahwa aku bisa dan lebih dewasa dalam menjalani hubungan serius. Tiga bulan berikutnya mulai bosen, ngeliatin orang punya pacar yang bener ada di samping mereka bukan cuma status doang. Dan akhirnya jadi bosen, dan saat dia udah balik ke sini, akhirnya ga bisa ketolong lagi, udah ga nyaman duluan. Itu pengalaman pacar pertama.
Sekarang jalan pacar kedua, rasanya hampir mirip, cuma kita berdua coba pertahanin dengan tiap bulan saling mengunjungi, kalo nggak aku yang kesana ya dia yang kesini. Tapi kok jadi cinta berat diongkos. Dan masalahnya ga berhenti disitu, kita juga beda kepercayaan, ini sih masalah yang paling rawannya.
Stop tentang saya, balik lagi ke LDR, sebenernya banyak yang akhirnya membuat hubungan ini sebagai ajang pembuktian diri dan pendewasaan diri. Bagus sih sebenernya, tapi kalo udah ga ada rasa lagi, apalagi yang mau dibuktiin?
Coba dipikirin lagi, buat kalian yang nekat berhubungan LDR karena alasan itu. Apa mau gitu aja hubungannya? Ga punya rasa apa-apa lagi, tapi tetep dilanjutin demi pembuktian diri? Ga kasihan sama pacar yang sama aja di PHP in?
Minggu, 08 September 2013
Minggu siang? Waktunya upload foto!!
Dari pada nggak ada kerjaan siang - siang. Coba posting foto di socmed kita. Terserah foto sekarang atau foto jaman sekolah dulu. Siapa tau nanti yang like kita adalah gebetan kita..
Selamat mencoba :))
Rabu, 04 September 2013
It's Time to Say ' NO BULLYING '
Pernah nggak kepikiran sama kalian gimana perasaan orang yang di - bully? Bener-bener deh efek nonton drama korea kelamaan emang nggak baik,akhirnya jadi terbawa ke suasana sehari-hari.
Yang pasti di bully itu menyakitkan banget, buat batin dan fisik kita. Aku nggak pernah mendukung bullying. Aku yakin kalian juga seperti itu, tapi apa kalian sadar, secara sadar atau nggak kita pasti pernah melakukan bullying.
Pertama, yang paling parah, adalah mem bully secara langsung, baik fisik atau verbal. Paling sering ditemukan di sekolah - sekolah atau tempat kerja.
Kedua, gosip. Apa kalian tau ini juga salah satu bully secara verbal? Memang tidak secara langsung, tapi ini membuat orang mungkin membuat penilaian yang salah terhadap orang lain.
Ketiga, yang sering kita lakukan tanpa sadar, judge book from their cover. Aku yakin kalian pernah melakukannya, aku juga pernah. Sering malah ( sorry to say , I'm not that perfect ) . Ini juga bentuk mem bully loh.
Dan, kalo diomongin soal dampaknya, banyak banget dampak negatifnya. Mulai dari minder, percobaan bunuh diri, sampai dendam.
Awalnya mungkin minder, tapi akhirnya orang yang di bully bisa berakhir kematiannya atau menyebabkan kematian orang lain. Buatku nggak ada orang di dunia ini yang pantas di bully. Terlalu jelek, terlalu cantik, tidak pintar, nerd, pembohong, atau apa pun, itu cuma alasan. Bukan cuma alasan untuk iri, tapi juga alasan untuk diperhatikan.
Boleh kok di cek, kalo kalian punya temen yang suka mem bullying, apakah dia kekurangan perhatian atau dia memang tipe yang selalu ingin diperhatikan? Dan, buat kalian yang suka membully, bagaimana kalo sekali-sekali kalian yang berada di pihak yang disiksa dan di bully, apakah itu menyedihkan atau menyenangkan? Kalau itu menyenangkan, coba periksakan diri kalian ke dokter, siapa tau kalian mengidap 'Masokis' ?
Dan tambahan lagi, buat kalian yang pernah di bully, jangan stress. Just be your own self. It's your life. Do not care with people say, they don't know about you. Saya yakin, kita semua sudah bepikiran terbuka, anggap semua tindakan mereka adalah untuk membangun karakter kalian menjadi lebih baik. Dan jangan takut untuk bergerak saat bullying yang kalian terima sudah kelewatan. Minta bantuan pihak - pihak yang benar - benar bisa kalian percaya, ortu, temen, atau pihak berwajib.
And, saya nulis ini bukan untuk menggurui, hanya ingin sharing agar kita tidak tutup mata dengan yang terjadi di sekeliling kita..